JAGUNG SEBAGAI PENJAGA KETAHANAN PANGAN LOKAL
- Zaki Haryo Wicaksono
- 28 Sep 2023
- 2 menit membaca

Ketahanan pangan menjadi salah satu pokok bahasan yang sedang ramai di bicarakan karena rata-rata orang Indonesia manjadikan nasi sebagai makanan utama masyarakat Indonesia. Namun, seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak olahan makanan selain nasi. Salah satunya adalah jagung. Tanaman jagung juga banyak dibudidayakan di Purworejo. Banyak yang bertanya apakah jagung memiliki nilai gizi yang tinggi? Dan apakah jagung mengenyangkan?
Tanaman jagung termasuk kedalam rumput-rumputan dan berbiji tunggal (monokotil) jagung merupakan tanaman yang kuat dan dapat ditanam di berbagai iklim. Jagung dapat dijadikan olahan pangan pengganti nasi. Biasanya jagung disajikan dengan berbagai macam olahan bentuk yang menarik dan pastinya lezat. Saat ini jagung memiliki cukup banyak sajian olahan seperti jasuke, popcorn, zupa soup. Jagung adalah makanan yang kaya akan gizi.
Selain itu untuk menarik minat anak-anak tanaman jagung dapat dibuat menjadi makanan yang kekinian salah satunya eskrim jagung. Seperti yang terjadi di desa Binah merupakan salah satu desa di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Inovasi eskrim ini diperkenalkan oleh para mahasiswa dan para mahasiswa itu mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Terlebih, inovasi ini meningkakan nilai tambah ekonomi bagi komoditas jagung
Seperti tang dijelaskan sebelumnya jagung merupakan tanaman yang kaya akan gizi. Jagung juga dapat dijadikan sebagai bahan pangan pengganti nasi. Karena jagung memiliki kandungan karbohidrat hampir setara dengan nasi. Seperti yang dikutip dari website hellosehat,ā jagung mengandung sekitar 28-80% kebutuhan karbohidrat harian sedangkan pada nasi memiliki 90% kebutuhan karbohidta harian ā. Hal ini menunjukan bahwa jagung dapat menggantikan nasi dan bagus untuk program diet. Jagung juga dapat menurunkan resiko penyakit peradangan dan berbagai masalah terkait mata karena jagung kaya akan lutein, zeaxthin, dan karotenoid.
Selain itu, jagung dapat dijadikan alternatif pangan local karena harganya yang terjangkau. Selain nasi sebagai sumber pangan atau karbohidrat juga dapat digantikan oleh jagung karena, dalam setiap 100 gram biji jagung memiliki 86 kalori dan berbagai jenis vitamin B seperti yang dilansir dari very well fit. Makanan penganti nasi ini juga kaya akan serat dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.
Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi jagung nasional khususnya tentang perluasan lahan jagung. Seperti yang dilansir dari ekon.go.id ,ā dalam rangka meningkatkan penguatan pangan nasional, pemerintah terus mencari solusi untuk meningkatkan produksi jagung guna memenuhi kebutuhan dalam negri, sekaligus untuk memenuhi permintaan pasar ekspor. Pemerintah telah menyiapkan kebijakan terkait percepatan pengembangan jagung dengan menetapkan strategi pengembangan jagung melalui swasembada berkelanjutan melalui ROADMAP jagung 2022-2024.ā
Jadi dapat disimpulkan bahwa jagung merupakan pangan lokal yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan dapat menjadi pilihan pangan pengganti nasi yang mengenyangkan serta terjangkau dan dapat dibuat berbagai macam olahan makanan yang menarik, lezat, dan tidak membosankan.
Oleh Zaki Haryo Wicaksono pada 26 September 2023, 15.05



Komentar