Kacang Hijau sebagai Alternatif Pengganti Nasi dalam Pola Makan Sehari-Hari
- Keysa Bintang Gantari Shafi
- Sep 23, 2023
- 3 min read
Oleh Keysa Bintang Gantari Shafi pada 23 September 2023, 10.23

Indonesia menjadi negara dengan konsumsi nasi terbesar ke empat di dunia. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, konsumsi nasi nasional mencapai 28,69 juta ton pada 2019. Adapun konsumsi paling banyak adalah di Jawa Barat sebesar 3,85 juta ton. Disusul dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah masing-masing sebanyak 2,88 juta ton dan 2,33 juta ton. Banyaknya angka tersebut tak lepas dari fakta bahwa Indonesia merupakan negara agraris terbesar di dunia. Maka dari itu, nasi adalah makanan pokok yang paling mudah dijumpai di Indonesia.
Purworejo menjadi salah satu kabupaten dengan konsumsi nasi yang cukup banyak di Jawa Tengah. Hal ini karena masyarakat Purworejo masih menganggap umbi-umbian atau pangan non beras sebagai kudapan atau camilan saja. Berdasarkan survei Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Purworejo, rata-rata konsumsi sumber karbohidrat non beras di Kabupaten Purworejo masih sangat rendah, yaitu 80,5 gram dari 27 desa yang menjadi sampel. Konsumsi tersebut masih jauh dari anjuran pemerintah yaitu 100 gram/kapita/hari. Ketergantungan pada nasi menjadi ironi di tengah besarnya kekayaan sumber daya alam berupa ragam sumber hayati penghasil karbohidrat tinggi.
Ketergantungan pada nasi dapat menjadi masalah serius pada kesehatan. Pertama, mengonsumsi nasi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas.
Kedua, nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi, yang dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang berisiko bagi penderita diabetes. Selain itu, ketergantungan pada nasi dapat mengurangi variasi nutrisi dalam makanan, menghambat asupan serat dan nutrisi lain yang diperlukan tubuh. Selain aspek kesehatan, ketergantungan nasi juga memiliki dampak ekonomi. Ketergantungan yang berlebihan pada nasi dapat menyebabkan fluktuasi harga dan pasokan beras di pasar, yang dapat merugikan perekonomian suatu negara. Hal ini terutama berlaku pada negara-negara yang sangat bergantung pada produksi dan konsumsi beras sebagai makanan pokok.
Demi mengembalikan keragaman pangan lokal, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan pangan berbasis bahan pangan lokal. Dalam pelatihan tersebut, salah satu sumber karbohidrat non beras yang diolah adalah kacang hijau. Kacang hijau dipilih untuk menjadi olahan dalam pelatihan ini karena kacang hijau dapat digunakan untuk menggantikan konsumsi nasi. Hal itu karena kacang hijau dinilai memiliki kadar karbohidrat yang cukup untuk menggantikan nasi, dan juga memiliki banyak manfaat. Kacang hijau juga mudah dijumpai khususnya di Kabupaten Purworejo dan harganya relatif cukup murah.
Manfaat yang dihasilkan dari kacang hijau sangat beragam. Salah satu manfaat kacang hijau yang cukup penting adalah kandungan protein, antioksidan dan serat mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu, kacang hijau mengandung gula alami yang mudah dicerna. Sehingga tidak berisiko menambah gula darah dan cukup aman dikonsumsi penderita diabetes, mengingat penderita diabetes tidak disarankan mengonsumsi nasi karena mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Selain itu, kandungan serat dan magnesium pada kacang hijau mampu menurunkan resiko penyakit jantung. Serat juga dipercaya mampu melancarkan dan menjaga sistem perencanaan. Kacang hijau juga rendah kalori sehingga cocok untuk orang yang sedang melakukan program diet.
Selain memiliki banyak manfaat, kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Olahan yang cukup populer adalah bubur kacang hijau. Bubur kacang hijau populer sebagai makanan penutup di berbagai negara, terutama di Asia. Untuk membuat bubur kacang hijau, kacang hijau direbus hingga lunak. Setelah itu, gula, santan, dan beberapa bahan tambahan seperti ketan hitam atau mutiara dapat ditambahkan untuk memberikan rasa manis dan tekstur yang khas. Kacang hijau juga bisa diolah menjadi pasta kacang hijau yang sering digunakan sebagai isi dalam kue-kue seperti onde-onde dan bakpia. Tak hanya itu, kacang hijau juga bisa dijadikan es krim, es lilin, atau minuman segar seperti sari kacang hijau.
Kesimpulannya, kacang hijau bisa menjadi alternatif yang sehat sebagai pengganti nasi dalam makanan sehari-hari kita. Dengan kandungan serat, protein, dan nutrisi lainnya, kacang hijau dapat membantu menjaga kesehatan dan memberikan variasi pada pola makan kita. Namun, keseimbangan dan variasi dalam makanan adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan yang optimal. Oleh karena itu, kita tetap perlu menjaga pola makan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.



Comments